Potret
Tidur
Begitu ujud dalam
tidur
Segala jadi sama,
indah-sunyi dan tulus
Terpisah rambut dari
mimpi
Tangan dari hasrat
Mata dari hati
Jadi sebagian dari
alam
Yang tak pernah
terlekat dera
Dan melekat dengan
mesra
Seperti anak dipelukan
ibu
Getar dan kengerian
Sebelah-sebelah tubuh
dan rambut
Jadi satu permainan
dengan cahaya lampu
Hati dengan mimpi
Aku tak jadi berbuat
apa pun
Bagaimana pernah
melukai
Malah menuliskannya
kedamaian dan keutuhan
Dalam selip-selip
keinginan
Kalau kucapai
kedamaian sehari-hari
Seperti kedamaiannya
Tapi bagaimana bisa?
Romansa perjalanan 1 hal 37 karangan Kirjomulyo
Pulang
Kampung
Derak yang melonjakkan langkah
Telah letih direnggut waktu
Selangkah makin pelahan
Selangkah makin pelahan
Tapi hati yang dibawa
Membayang dalam wajah
Terasa bicara
Pada celah-celah redup
-Tiba saatnya ku pulang
Pulang ke hati
Ulang ke mimpi
Tiba saatku bersua
Cinta remaja
Cinta dewasa
Dan dijalan simpang ia berpaling
Berpisah
Dan terdengar jerit membersit
Romansa perjalanan III hal 37 karangan Kirjomulyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar